menyediakan aneka barang kebutuhan dengan harga yang terjangkau dan berkualitas karena kami pun ingin yang terbaik untuk anda.
Minggu, 21 November 2010
Kamus Perfilman
Sabtu, 13 November 2010
About " Alur Film"... Apa sich???
(((*** jane q bingung rodo'an,,, wah, emang sangat kerja keras sekaleeee,,,
Allahu Akbar!!!!
Selasa, 10 Agustus 2010
Etika Profesi Desain Grafis_Tantangan pada masa depan
Eksistensi profesi desain grafis secara kuantitas menunjukkan angka pertumbuhan yang sangat luar biasa dalam dua dekade belakangan ini di Indonesia, khususnya di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya, sejak 1990 naik lebih dari 1100 %, sejak 1995 naik lebih dari 500%. Pertumbuhan peminatan profesi desain grafis ini seiring dengan tumbuhnya industri pendidikan yang membuka program studi desain grafis (desain komunikasi visual) dari level D2 sampai S1.
Pada sisi lain, secara kualitas menunjukkan kemerosotan penghargaan dan apresiasi dari industri praktis dan pemakai jasa, selain itu juga kemerosotan kualitas kompetensi dari desainer.
02.
Cepatnya perkembangan media dan teknologi baru pendukung pekerjaan desain grafis sejak awal 1990-an sampai kini memberi dampak yang signifikan terutama kepada sikap manusia – insan desain grafis, pelaku bisnis dan pelaku industrial. Kecepatan dan akurasi desain memang jelas meningkat, namun kualitas apresiasi dan desain menurun.
03.
Krisis ekonomi 1997 – 1998 dan akhir 2008 adalah momentum baik untuk menyusun strategi dan taktik baru guna mengatasi tuntutan-tuntutan baru yang lebih besar dan banyak, namun belum dilakukan secara optimal dan sinergi oleh pihak terkait : industri pendidikan – industri praktis, industri pendukung – pemerintah – asosiasi profesi.
04.
Krisis multidimensi didalam masyarakat khususnya krisis sosial – budaya dan etika.
Tantangan
Dari fakta-fakta diatas, dibutuhkan strategi dan taktik berupa etika baru melalui perspektif, visi dan spirit baru.
Etika baru tersebut sebagai tantangan pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang.
- Etika
Berkaitan dengan baik dan buruk, benar dan salah. Berkaitan pula dengan adat dan kebiasaan (kebudayaan). - Profesi
Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu dalam desain grafis.
Pilihan profesinya :- sebagai desainer
- sebagai pengajar + entrepreneur
- sebagai desainer + artis
- sebagai pengamat / kritikus
- sebagai desainer + entrepreneur/industrialis
- sebagai peneliti
- sebagai pemerhati yang berkaitan dengan seni budaya atau lingkungan hidup
- sebagai entrepreneur
- sebagai pengajar
- Integrasi etika profesi
Bahwa seorang ahli seperti profesi yang tersebut diatas perlu memiliki kompetensi, kejujuran dan komitmen yang mencakup :
Kini, etika dalam profesi erat kaitannya dengan perspektif baru dalam komunikasi & kebudayaan. Tantangannya :
- Bahwa kebudayaan adalah karya manusia yang mampu mengembangkan kemampuan, bakat sampai menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang bernilai.
- Melalui kebudayaan, manusia mampu menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik : lebih aman, lebih nyaman, lebih indah, lebih mudah, lebih seimbang, serasi dan selaras.
- Bahwa kebudayaan sebagai forma spiritual dari suatu masyarakat, karena kebudayaan sebagai struktur dasariah manusia, ia mampu memberi ciri khas dalam adat kebiasaan, bahasa, teknik serta tata nilai.
- Bahwa seorang ahli dalam profesi juga sebagai komunikator. Untuk menjadi komunikator yang efektif masa kini, perlu memenuhi tantangan komunikasi interkultur. (Komunikasi interkultur adalah komunikasi antar manusia dengan persepsi kultural dan sistem simbol).
- Tampilnya teknologi baru dan lebih baik, pertumbuhan penduduk dunia dan pergeseran area ekonomi global telah mendukung pertumbuhan internasional. Setiap orang diseluruh dunia akan terpengaruh oleh pertumbuhan ini dan perlu komunikasi tentang sumber daya alam yang terbatas dan semakin rusaknya lingkungan hidup dan perlu pula peran serta kita semua untuk membantu mengurangi dan menghindari.
- Bahwa komunikasi mampu menyelesaikan banyak kebutuhan interpersonal, membantu menentukan identitas personal dan mempengaruhi manusia.
- Secara global, bahwa komunikasi kontekstual dengan politik, teknik, kultural dan ekonomi. Sedangkan kebudayaan kontekstual dengan keyakinan » Nilai» Sikap » Perilaku.
- Bahwa banyak pembenaran-pembenaran di dunia pendidikan yang sebenarnya tidak selalu atau mutlak benar dalam dunia praktis.
- Berpikir dan bersikap positif dan konstruktif kepada:
- Tuhan Yang Maha Esa
- Diri sendiri
- Rekan kerja / orang lain
- Profesi
- Organisasi / institusi
- Sumber daya : waktu, air
Penutup
Bahwa etika profesi desain grafis pada masa depan tidak cukup memiliki kecerdasan intelektual, tapi juga wajib memiliki kearifan spiritual yang senantiasa takut kepada Tuhan – pencipta seisi alam semesta dan memiliki kemampuan komunikasi interkultural. Senantiasa mau belajar dari kesalahan, mau menerima perbedaan pendapat, memiliki inisiatif, cenderung berusaha untuk mencari nilai beda ketimbang harus bersaing atau berkompetisi, serta berpikir terpadu.
Sebagai cognitariat seperti profesi lainnya perlu memiliki etika profesi baru yang selaras dengan tuntutan dan tantangan baru, tantangan yang sebenarnya suatu tanda pertumbuhan bagi kita bersama.
Minggu, 04 Juli 2010
pikir-pikir desainer vs pasar
Clue :
- Era modern, sikap individual, efisiensi ekonomi industri (penentu pasar)
- Kreatif man : antara kepentingan pasar vs kreatifitas dan kualitas produksi
- Solusi penyingkronan keduanya tetap megikuti pesanan pasar tapi tidak mengorbankan kedua hal tersebut.
Inti arah gagasan :
1. Punya ide baru yang terus mengalir adalah sangat penting. Ide-ide baru adalah darah kehidupan bisnis kita. Oleh karena itu, penting untuk mendorong kreatifitas menjadi benar-benar inovatif.
2. Pengejaran atau penyelesaian target yang telah disesuaikan dengan brain storm yang telah dibuat untuk pengangkatan ide kreatif. Permintaan pasar yang terkadang menekan para kreator, sehingga mematikan ide kreatif yang telah dimunculkan.
3. Memang para klien biasanya meminta hal-hal yang tidak masuk akal dan parahnya mereka terlalu berkomitmen pada hal kebiasaan.
4. Para desainer terkadang memunculkan ide-ide gila mereka, sebenarnya mereka yang memiliki style sendiri adalah mereka yang memiliki cakram-cakram yang belum dapat diterima di lingkungan secara umum.
5. Perbedaan itu kadang diterima kadang tidak, soalnya tidak semua klien menerima hal-hal baru yang berbeda, mereka lebih berjaga-jaga pada trend yang sudah ada di pasaran.
Seorang kreatif man khususnya desainer berusaha untuk menciptakan sebuah brand personality untuk membentuk sebuah daya jual. Kita harus menciptakan sedikit demi sedikit suasana yang membuat seorang klien akan menerima keputusan seorang kreator. Apapun keputusan yang diperoleh akan menjadikan klien percaya bahwa karya itu suatu saat akan menjadi terkenal dan dapat membranding produk tersebut menjadi produk yang tetap menjaga kualitas dan keunggulan produk tersebut.
Target pasar yang harus dicapai itu boleh tapi ikut campurnya seorang klien hanya berkisar 25% dari hasil karya yang telah dibuat. Memang klien yang memberi modal terhadap trealisasinya suatu karya tapi seorang desainer biasanya lebih tahu mana karya yang efektif untuk sebuah produk yang digunakan untuk promosi.
Misalnya untuk desain grafis haruslah bisa menjalankan fungsi sosialnya, harus lebih dekat dan memahami kebutuhan masyarakat, lebih komunikatif, lebih membumi, dan lebih bermanfaat. Itulah poin penting yang harus dilakukan dalam pergerakan pada setiap industri kreatif. Dalam banyak tulisan dan buku-buku desain, sering disebutkan bahwa esensi dari desain adalah untuk membuat hidup masyarakat, yaitu membantu kehidupan pengguna desain menjadi lebih baik. Pada kenyataannya, desain grafis justru menjadi perantara dan calon pembeli.
Desain rafis lahir dari keahlian para seniman yang menciptakan pesan-pesan visual yang mampu menginformasikan ketersediaan sebuah produk untuk dapat dibeli oleh konsumennya.pesan tersebut tidak hanya menginformasikan tapi juga mempersuasikan seseorang untuk membeli barang yang ditawarkan.
Sebuah perlawanan ketika kuasa modal atas profesi desain memunculkan keresahan desainer grafis. Menjadikannya sebuah ujung tombak kapitalisme, melainkan keinginan untuk menawarkan upaya pembalikan prioritas kerja agar tidak sekedar terjebak pada komunikasi untuk menjual komoditi semata, tapi juga membangun komunikasi yang lebih manusiawi, bermakna, dan abadi.
Ada beberapa pilihan jalan bagi para desainer grafis adalah bertanggung jawab mutlak pada mereka yang membayar jasa sesuai dengan perjanjian, apapun tugasnya, atau bertanggungjawab secara etis terhadap masyarakat pengguna selain pada klien dalam proses merancang medium komunikasi visual yang bersifat komersial sekalipun, alasannya merancang untuk menjual suatu produk tapi rancanglah tanpa melupakan tanggung jawab sosial. Atau mendirikan lembaga khusus mendesainkan masyarakat kecil tapi biasanya ini tidak bertahan lama karena lebih besar pasak. Mungkin juga bisa dengan pembalikan prioritas dengan menyempatkan mendesain yang memiliki makna kekal bagi kemanusiaan. Yang terakhir adalah perubahan pola pikir untuk lebih mengunggulkan kemanusiaan.
Selasa, 08 Juni 2010
Desain Dalam Konteks Visual
rasanya kita perlu sedikit menengok ke belakang, dimana desain grafis bukan sekedar anak kandung kapitalisme dan revolusi industri.
sejarah desain grafis disebutkan sama tua dengan sejarah manusia ketika manusia berburu binatang dengan melihat jejak kaki buruannya atau saat si pemburu membuat lukisan gua zaman prasejarah tentang proses perburuannya, disaat itulah manusia membaca dan memproduksi tanda visual.
di Indonesia- terlebih ketika orde baru dengan jargon pembangunan menggelar modernisasai, kehebatan kuasa kapital dirasakan di atas kehidupan individu. tingkat kelahiran harus dikendalikan dan sektor pendidikan dibangun sebagai sistem pencipta tenaga siap pakai untuk pabrik2 modern di negri kita kemudian melahirkan geliat industri desain-termasuk sektor pendidikan desainnya.
tentu saja desain yang dihasilkan oleh sebuah manufaktur akan dinikmati oleh masyarakat banyak sebagai konsumen, namun tetaplah tujuan proses desain dalam rangkaian produksi itu bertujuan untuk memperbesar keuntungan sebagai memperbesar kapital. (VSS)
waduuuuuuhhhhhh..... ('_'a